Tampilkan postingan dengan label Tokoh Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

Keagungan Khilafah: Fakta Sejarah

Tidak dipungkiri (kecuali oleh mereka yang percaya ilusi), saat wafat, salah satu ‘harta berharga’ yang diwariskan Baginda Rasulullah saw. kepada umat ini adalah Daulah Islam (Negara Islam), yang kemudian dikenal dengan Khilafah Islam. Dalam Negara Islamlah, penerapan Islam betul-betul nyata, dan Islam berkembang pesat sekaligus menguasai seluruh jazirah Arab. Negara semacam inilah yang kemudian diwarisi Khalifah Abu Bakar ra., sesaat setelah Baginda Nabi saw. wafat. Pada masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar ra., Islam semakin menyebar ke luar jazirah Arab.
Setelah Abu Bakar ra. wafat, Umar bin al-Khaththab diangkat menjadi khalifah. Pada masanya, Kota Damaskus (Syria) berhasil dikuasai. Pasukan Muslim berhasil menembus benteng Aleppo. Kaisar Heraklius terpaksa mundur ke Konstantinopel meninggalkan seluruh wilayah Syria yang telah lima abad dikuasai Romawi.

Penguasa Yerusalem juga menyerah. Khalifah Umar ra. lalu berangkat ke Yerusalem. Kaum Gereja Syria dan Gereja Kopti-Mesir bahkan begitu mengharapkan kedatangan Islam. Sebab, semasa kekuasaan Romawi mereka sangat tertindas.

Islam segera menyebar dengan cepat ke arah Memphis (Kairo), Iskandariah hingga Tripoli. Ke wilayah Timur, pasukan Muslim juga merebut Ctesiphon, pusat Kerajaan Persia pada 637 Masehi. Dari Persia, Islam menyebar ke wilayah Asia Tengah; mulai Turkmenistan, Azerbaijan bahkan ke timur ke wilayah Afganistan sekarang.

Tibalah Utsman bin Affan ra. dianggkat sebagai khalifah berikutnya setelah Umar ra. wafat. Untuk pertama kalinya, Islam mempunyai armada laut yang tangguh. Muawiyah bin Abu Sufyan yang menguasai wilayah Syria, Palestina dan Libanon membangun armada itu. Sekitar 1.700 kapal dipakainya untuk mengembangkan wilayah ke pulau-pulau di Laut Tengah. Siprus, Pulau Rodhes digempur. Konstantinopel pun sempat dikepung.

Berikutnya, penerus Khalifah Utsman ra., adalah Khilafah Ali bin Abi Thalib ra. Pada masanya, meski sempat dilanda ‘krisi politik’, Islam dan kekuasaannya semakin mantap.

Kekhilafahan Umayah (661-750 M)
Pada masa Muawiyah, kekuasaan melebar ke Barat hingga Tunisia yang berada di seberang Italia. Di Timur, wilayah kekuasaan telah menjangkau seluruh tanah Afganistan sekarang. Wilayah Asia Tengah seperti Bukhara, Khawarizm, Ferghana hingga Samarkand mereka kuasai. Pasukan Umayah bahkan menjangkau wilayah Sind dan Punyab di India dan Pakistan.

Terobosan paling monumental terjadi di Gibraltar, Spanyol, pada masa Khalifah Walid. Seluruh wilayah Afrika Utara, termasuk Aljazair dan Maroko, mereka kuasai. Pada tahun 711 Masehi, Panglima Perang Thariq bin Ziyad memimpin pasukan menyeberang selat dari Maroko ke dataran Spanyol di Eropa. Ibukota Spanyol segera mereka kuasai. Demikian pula kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo. Seluruh Spanyol pun menjadi wilayah kekusaan Khilafah Islam.

Dengan rentang wilayah kekuasaan yang sangat luas pada abad ke-8 M tersebut, saat itu Kekhilafahan Islam merupakan kekuasaan yang paling besar di dunia, mengalahkan kekuasaan besar lainnya, yakni Dinasti Tang di wilayah Cina dan Kerajaan Romawi yang berpusat di Konstantinopel.

Pada masa ini pula, Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720) berhasil mensejahterakan seluruh rakyatnya tanpa kecuali. Saat itu, tidak ada seorang pun yang mau menerima pembagian harta zakat.

Daulah Abbasiyah (750-1258 M)
Pada masa ini, Baghdad dibangun sebagai pusat peradaban. Sains dan teknologi berkembang pesat. Kemakmuran masyarakat terwujud pada masa Khalifah Al-Mahdi (775-785). Program irigasi berhasil meningkatkan produksi pertanian berlipat kali. Jalur perdagangan dari Asia Tengah dan Timur hingga Eropa melalui wilayah Kekhalifahan Abbasiyah berjalan pesat. Pertambangan emas, perak, besi dan tembaga berjalan dengan baik. Basrah di Teluk Persia tumbuh menjadi satu pelabuhan terpenting di dunia.

Puncak peradaban Islam terjadi pada masa Harun ar-Rasyid (786-809 M). Bukan hanya kemakmurn masyarakat yang dicapai, namun juga pendidikan, kebudayaan, sastra dan lain-lain.

Masa keemasan ini dilanjutkan oleh Al-Ma'mun (813-833). Dia mendirikan banyak sekolah. Berbagai buku Yunani diterjemahkannya ke bahasa Arab. Ia mendirikan pula "Bait Al-Hikmah", perpustakan sekaligus perguruan tinggi. Hingga Khalifah al-Mutawakkil (847-861), Kekhilafahan Abbasiyah masih menampakkan kebesarannya.

Pada awal masa Bani Buwaih (945-1055), kemakmuran kembali berkembang di wilayah Kekhalifahan Abbasiyah. Banyak intelektual bermunculan, sebagian besarnya bahkan menjadi rujukan di Barat sampai Abad 19.

Pada tahun 1065 dibangun Universitas Nizhamiyah di Baghdad. Inilah yang disebut model pertama universitas yang kini dikenal dunia. Di berbagai kota di Irak dan Khurasan didirikan cabang universitas ini. Pengetahuan berkembang sangat pesat. Banyak intelektual lahir pada masa ini.

Secuil kisah sukses Negara Islam atau Khilafah Islam itu benar-benar nyata, bukan ilusi, kecuali bagi mereka yang buta sejarah, atau mungkin buta mata hatinya. Wallâhu a’lam bi ash-Shawâb.

Kamis, 19 Agustus 2010

Ja'far Umar Thalib


Masih ingat dengan Konflik agama di Ambon ???; iya, konflik Agama yang meletus di Maluku membuat nama beliau terkenal. Ja'far yang sebelumnya sebagai kepala pesantren berubah jadi Pemimpin Laskar. Ia menabuh genderang perang bersama anak buahnya melawan perusuh RMS ( Republik Maluku Selatan ) yang mengacau Maluku dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Malang benar nasib beliau, bukan penghargaan atau medali yang didapat, beliau malah ditangkap dan dipenjarakan karena pidatonya yang panas pada saat di Desa Soya menjelang meletusnya kerusuhan Ambon. Beliau di tangkap dengan alasan yang dibuat-buat, yaitu Menghina Presiden RI dalam pidatonya.

Ja'far Umar Thalib memang tokoh dengan perjalanan hidup penuh warna. Beliau bersekolah di Pakistan, bertemu dengan sejumlah pemikir islam di dunia, kemudian berjihad di Afganistan dan berkeliling di Timur Tengah. Riwayat inilah yang menjadikan ia salah satu target dalam kampanye perang melawan terorisme yang dikumandangkan AS.

Ayah Ja'far adalah Umar Thalib dimana keturunan Yaman-Madura yang aktif sekali di Al-Irsyad Malang. Sejak kecil Ja'far didik secara militer karena ayahnya veteran perang pada saat meletus 10 November Surabaya. Ja'far sering sekali di pecut dengan rotan jika berbuat salah.

Pria kelahiran 29 Desember 1961 ini mempunyai sikap keras dan kritis, Ayah dari sembilan anak dari empat istrinya ini pernah kabur dari pesantren Al-Irsyad milik ayahnya setelah lulus PGA menuju Pesantren Persis, Bangil pada tahun 1981. Dua tahun kemudian, karena merasa belum puas, ja'far pergi ke Jakartauntuk menimba ilmu dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Arab (LIPIA). Ternyata di LIPIA ia hanya bertahan tiga tahun dan di situ sempat berdebat dengan salah satu dosennya. Kemudian Ia disekolahkan ke Institute Maududi di Lahore, Pakistan. Di Pakistanpun ia tidak bertahan lama, tidak ada satu tahun ia kembali ribut dengan dosennya. Setelah itu ia sampai dua tahun kemudian terjun langsung berJihad di Afganistan.

Pada tahun 1989, setelah Ja'far pulang dari berjihad, ia memimpin pesantren Al-Irsyad di Salatiga. Di Salatigapun ia cuma bertahan satu setengah tahun setelah mengkritik pesantrennya habis-habisan. Tahun 1991 ia berangkat ke Yaman untuk berguru kepada sejumlah ulama, satu diantaranya adalah Syekh Muqbil Al-Wad'i di Yaman Utara. Pulang dari Timur Tengah pada tahun 1993, ia mendirikan Pesantren Ihya'us Sunnah di Degolan,Yogyakarta dan ia sekaligus sebagai pemimpinnya. pada rentang tahun 1994 - 1999 kemudian, ia spesialis mengajar di bidang tauhid.

Menanggapi pembantaian umat islam di Maluku, Ja'far langsung mencetuskan resolusi Jihad dengan tenggat waktu tiga bulan dalam sebuah tabligh akbar di Yogyakarta, 30 Januari 2000 silam. karena tenggat waktu yang diberikan tidak kunjung reda keadaannya, ia akhirnya mendeklarasikan berdirinya Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tabligh Akbar di Stadion Senayan digelar yang dilanjutkan dengan latihan perang di Bogor yng dinamakan "Latihan Gabungan Nasional Laskar Jihad". beberapa bulan kemudian, ia mengutus 29 orang berangkat ke Ambon untuk pertama kalinya. Dalam penilaiannya, konflik Maluku adalah pemberontakan RMS, bukan kerusuhan SARA antara umat Muslim dan Kristen. Inilah yang membuat konflik berlarut-larut.

Sosok Ja'far memang cukup mengundang kontroversi, tetapi ia tidak bergeming, Maluku adalah milik NKRI dan tak boleh lepas selamanya.

Rabu, 18 Agustus 2010

Habib Rizieq Shihab


Pendiri dan juga sekaligus sebagai Ketua Front Pembela Islam (FPI) ini Lulusan sari Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, Arab Saudi, Mengambil Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Gelar S1 didapatnya dengan predikat mumtaz atau cum laude, sehingga beliau diberi kesempatan untuk mengajar di salah satu SMU di Saudi Arabia, Kesempatan ini bisa di bilang jarang sekali untuk warga pendatang.

Setelah menyelesaikan S1, beliau pulang dari saudi, dan kemudian mengajar di Lembaga Pendidikan Said Naum. Beliau juga memimpin Lembaga Pendidikan dan Dakwah Islam Darul Fiqh, dan beliau juga menjadi anggota Dewan Syariah Bank Perkreditan Rakyat Syariah At-Taqwa, Tangerang.

Habib Rizieq sering masyarakat memanggil beliau, mendirikan FPI pada 17 Agustus 1998, dengan tujuan perbaikan di lapangan akhlak dan moral. menurut beliau, Reformasi di segala bidang hampa belaka tanpa reformasi di bidang akhlak. Beliau mengklaim, FPI telah berdiri lebih dari 17 Provinsi dan lebih dari 5 juta anggota dan lebih dari 15 Juta simpatisan.

Sosok beliau cerdas, tangkas dan berapi-api. walau demikian, pria berusia 41 tahun ini tetaplah sosok yang tampil berpikir strategis ke depan. Menurutnya, FPI menghancurkan tepat maksiat setealh melalui sejumlah tahap yang amat panjang. Ketika di tuding bahwa penghancuran itu menimbulkan mudharat yang lebih besar, ia langsung menegaskan, kehancuran akibat perjudian, Narkoba dan Minuman Keras jauh lebih besar dari kaca - kaca yang hancur atau bangunan yang rusak. Betapa banyak keluarga yang berantakan akibat kerusakan moral yang selama ini didiamkan pemerintah.

Beliau tidak takabur dengan gelar "Habib" yang ditujukan untuk keturunan Nabi, Sebelum beliau pergi ke saudi, beliau sudah dikenal sebagai Mubaligh. Bagi beliau, tugas ini lebih sebagai kewajiban dan tuntunan hati nurani, dari pada perasaannya sebagai keturunan Nabi saw. Nuansa sederhana sangat terlihat dari pribadi beliau. Ketika FPI dituding menerima dana dari beberapa tokoh, beliau menampik dengan bukti-bukti yang kuat. Beliau tinggal di kontrakan yang sekaligus di jadikan markas FPI waktu itu.

Selasa, 17 Agustus 2010

Abu Bakar Ba'Asyir




Jika kita melihat sosok Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, pasti kita melihat sosok penampilan yang sederhana dengan Kopiah,baju koko, rambut dan jenggot yang telah memutih dan tak lupa Sarung khas kiai Pesantren. Betul-betul apa adanya, tidak dibuat-buat. Banyak orang yang tidak percaya terhadap setumpuk tuduhan yang telah ditimpakan pada pria kelahiran Jombang, 17 Agustus 1939 ini. Berbagai tuduhan telah dilayangkan pada beliau, mulai dari Pemimpin Jamaah Islamiyah (JI), Makar, terkait dengan sejumlah peledakan pada malam natal 2000, Bom Bali 2002,dan sekarang dikaitkan dengan aksi latihan Militer di Aceh sebagai sumber dana. Dulu Beliau sempat di tahan selama 4 tahun meskipun dari semua tuduhan tidak ada yang terbukti.

Keinginannya sangat jelas, sejelas tutur kata yang jauh dari kesan munafik seperti politikus-politikus sekarang yang pandai bermain lidah. Bagi beliau, Syariat Islam harus ditegakkan. Tetapi keinginan beliau itulah yang membuatnya sebagai target yang paling diburu. Ustadz Abu dianggap ingin membentuk negara Islam se-Asia Tenggara, sehingga keinginan ini dinilai mengancam eksistensi dunia barat terhadap dunia.

Bagi Umat Islam Indonesia, khususnya ribuan santri Pesantren Al-Mukmin,Ngruki, Ustadz Abu adalah sosok guru dan orang tua yang sangat dihormati. Kalau ia garang, itu semata-mata karena sikap terus terang beliau mendukung penegakan syariat Islam. Ustadz Abu Bakar Ba'asyir menjadi aikon perlawanan pada dekade 80-an. Beliau melakukan kebijakan yang bertentangan dengan pemerintah. sebagai contoh, beliau melarang santrinya untuk menghormat pada bendera, karena menurutnya itu adalah perbuatan syirik. Beliau juga dituduh menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila, kemudian di tuduh terlibat dalam gerakan Hispran (Haji Ismail Pranoto). Pada dekade 80-an itu, tepatnya tahun 1983, beliau dan Abdullah Sungkar ditangkap dan di hukum 9 tahun penjara. Pada saat kasusnya masuk kasasi, Ustadz Abu dan Abdullah Sungkar dikenai tahanan Rumah. Pada masa inilah sekitar tahun 1985, mereka mengasingkan diri ke Malaysia. Dan Ustadz Abu kembali ke Kampung Halaman setelah Rezim Soeharto runtuh pada tahun 1998 yang lalu. Mungkin Penjara memang bisa mengungkung fisik beliau, Tapi, Penjara tak bisa membelenggu militansi dan kegigihan beliau. Dan ia akan terus melawan. 

untuk mengikuti update terbaru tentang Ustadz Abu Bakar Ba'Asyir
Kunjungi pula http://www.freeabb.com/



Ismail Yusanto


Pada Tahun 1987 sosok Ismail Yusanto mulai dikenal oleh orang banyak ketika ia dipercaya menjadi juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atau dulu dikenal Partai Pembebasan Indonesia. Ismail Yusanto adalah pribadi yang dikenal lugas, dan sangat terbuka dalam mensosialisasikan Visi dan misi juga termasuk agenda dari HTI. Ia bahkan menyerukan bersatunya umat islam untuk mengembalikan kehidupan islami dengan jalan menegakkan Khilafah Islamiyah.

Pernah suatu ketika Ismail membalikkan logika berfikir para penganut demokrasi, yaitu dengan menganggap hajatan Demokrasi sebagai "pesta" yang penuh dengan paradoks. karena, PEMILU tersebut tidak menentukan benar atau salah tapi ditentukan dengan jumlah suara yang diperoleh. Disini bisa saja Partai sekuler karena mendapat dukungan yang banyak akhirnya memenangkan pemilu, sedangkan partai yang baik harus menerima kekalahan. "lha disinilah paradoksnya, dimana yang baik dikalahkan keburukan". Masih ingat dengan kata-kata beliau yaitu "Jika kita ikut pemilu untuk tatanan yang sekularistik, hukumnya wajib atau haram ?" kemudian ia mengutip fatwa MUI yang menetapkan jihad bagi tiap Muslim dalam masalah pemilu. dan kemudian ia berargumen, "Dalam masalah Ambon, MUI tidak mengeluarkan fatwa jihad. sedangkan giliran pemilu, keluar fatwa jihad. Sangat menarik apa yang dikemukakan ulama, jika hasil dari pemilu seperti itu, maka hukumnya haram. sedangkan golput justru punya landasan harfiah dengan arti bahwa golput bukan dosa tapi malah mendapatkan pahala." tegas beliau.

Pria kelahiran Yogyakarta 48 tahun silam ini, menyelesaikan S1 di jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM pada tahun 1988. Setelah lulus beliau mondok di Ponpes Ulil Albab di daerah bogor hingga tahun 1991. Suami dari Zulia Ilmawati ini dikenal dengan konsisten dalam menuangkan gagasan-gagasannya yaitu untuk menjaga kesatuan dan persatuan wilayah indonesia dalam bingkai negeri-negeri islam, beliau pun kencang sekali dalam menyuarakan peluang perubahan struktur kenegaraan.

inilah sebagian kecil kiprah dari pejuang khilafah yang mempunyai latar belakang pendidikan Teknik Geologi, Ia sempat mendapat banyak tawaran yang menggiurkan dari perusahaan pertambangan asing yang banyak beroperasi di negara kita, tetapi ia memilih menjadi pejuang, membebaskan negerinya dari "penjajahan" asing yang masih berlangsung sampai sekarang ini.

Selasa, 10 Agustus 2010

HIDAYAT NURWAHID



Pada Ahad 22 mei 2000, Hidayat Nurwahid yang sering dikenal sebagai ustadz dan cendekiawan ini terpilih menjadi Presiden Partai Keadilan dalam Munas I di kota Depok, 21 - 22 mei 2000. Sejarah mencatat, partai yang kelahirannya dibidani oleh intelektual - intelektual Muslim ini harus kepentok electoral treshold. dan akhirnya, partai yang cikal bakalnya telah tumbuh sejak tahun 1980-an dalam wadah gerakan dakwah tarbiyah ini melebur ke dalam Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Meski waktu itu menyandang nama baru, Konstituen dan kader-kadernya tetap menghendaki Doktor Aqidah dari Universitas Islam Madinah Arab Saudi ini, kembali menjadi Ketua Umum. Selama kepemimpinannya, Ustadz Hidayat mampu mengantarkan partai yang sebelumnya mendapat julukan The Rising Star, menjadi partai yang kian di segani kawan maupun lawan. Buktinya, ketika polemik amandemen UUD 45 pasal 29 memuncak dan partainya dicap menolak piagam jakarta yang diusulkan PPP dan PBB, ia hanya menambahi "Ada banyak pintu dalam usaha penerapan syariat Islam".

Bahkan, melalui Fraksi Reformasi kader-kader PKS malah mengusulkan diterapkannya piagam madinah dalam amandemen pasal 29. Hidayat menanggapi "Pendekatan yang kami kedepankan adalah wacana ajaran agama dan alternatif yang kami ajukan adalah sebuah piagam yang berisi aturan-aturan yang pernah diberikan dan dicontohkan Nabi Muhammad saw, dan Piagam ini memberikan jaminan kesetaraan hidup beragama, sehingga bisa memberikan keadilan hidup beragama, menjamin integrasi bangsa, tak ada eksploitasi satu kelompok atas kelompok lain."

Kiprah dan Kepemimpinan Hidayat Nurwahid alumnus dari Ponpes Gontor ini tdak hanya retorika, ia juga mau berjalan kaki sekian kilometer bersama kader dan simpatisan untuk melakukan demo di jalan-jalan ibu kota. Ia juga aktif dalam gerakan penolakan perang, serangan militer AS terhadap Irak dan Afganistan, serta tindakan biadab Israel terhadap Palestina. Pria kelahiran Klaten Jawa Tengah, pada tanggal 8 April 1960 menanggapinya, dalam berpolitik keberkahan adalah hal utama. kemenangan bukan tujuan kami, kalau bukan karena pertolongan Allah, mustahil kami bisa seperti ini. Ini semua bagian dari Tadbir rabbani (pengaturan Allah).

Meskipun begitu, Partainya pernah dicap eksklusif dan fundamentalis karena berasakan islam. " Ya, mungkin itu bisa dianggap eksklusif jika islam dipahami sebagai sesuatu yang sangat terbatas dan angker. Tapi, itu bisa inkusif jika islam dipahami sebagai paradigma." Sebagai sebuah paradigma, Islam setidaknya meliputi empat hal, Pertama, al-islam yaitu penyerahan diri kepada allah Sang Pencipta. Kedua, al-Silm (Kedamaian). ketiga, al-Salam (Kesejahteraan). Keempat, al-Salamah (Keamanan atau keselamatan).

Tidak mengherankan dengan pandangan dan perilaku politik Dosen Pasca Sarjana di Universitas Islam Negeri Jakarta ini- selalu konsisten dalam bingkai partai dakwah, kiprah dan kepribadiannya juga diakui oleh berbagai kalangan di luar konstituennya. Majalah Tempo menulis tentang Hidayat Nurwahid seperti ini " Kalangan PK mengenal Hidayat Nurwahid sebagai pemimpin yang memiliki integritas tinggi. Politisi ini tak gelap mata ketika Presiden Megawati di masa awal pemerintahannya menawarkan jabatan menteri. Tawaran serupa bukan barang baru kendati partai ini memiliki suara minoritas pada saat itu dalam parlemen. Biarlah kami tetap berada diluar struktur, katanya ".
 

Minggu, 08 Agustus 2010

ARIFIN ILHAM



Isak sedu menyayat-nyayat, diiringi lantunan asma Allah, Suara Dzikir gulung menggulung dalam lautan tangis, ditengah belaian angin, meremas para pedzikir. Mayoritas mereka berpakaian serba putih dan selalu khidmat mengikuti acara Dzikir Akbar yang di pimpin oleh Arifin Ilham. Begitulah suasana setiap kali acara dzikir yang dipimpin oleh Arifin Ilham. Sejak Sembilan tahun yang lalu, Majelis dzikir menjadi fenomena baru di Tanah Air. Dzikir yang selama ini dikenal sebagai ibadah pribadi dan dlakukan secara menyendiri, kini dikemas menjadi kegiatan massal dan dipublikasikan secara luas.

Majelis dzikir bermula dari acara pekanan jamaah Masjid al-Amru bit Taqwa usai Subuh setiap sabtu mulai pada taun 1999. Awalnya hanya sekitar tujuh orang warga perumahan Mampang Indah Dua, Depok, Sawangan, Jawa Barat yang menjadi jamaah tetap. Lama kelamaan peserta dzikir pun bertambah. Bersama para jamaahnya, Arifin Ilham mengupayakan agar kegiatan yang dipimpin lebih dikenal publik. Akhirnya peserta dzikir tidak hanya datang dari warga sekitar, tapi juga Cirebon, Banjarmasin, bahkan Singapura. Yang hadir bukan hanya kalangan bawah, tapi pejabat dan tokoh masyarakat.

Kegiatan dzikir berjamaah ini berlangsung juga di berbagai masjid yang tergolong besar. Biasanya, acara tersebut dihadiri ribuan jamaah. Tentu kegiatan yang dikomandani oleh pria kelahiran Banjarmasin, 8 Juni 1969 ini tak luput dari kontroversi. Utamanya tentang dzikir bersama yang ia komandani. Walaupun demikian, Arifin sepakat bahwa dzikir bisa dilakukan kapan saja. Kegiatan yang ia lakukan hanyalah pancingan , tak boleh berhent pada tataran kegiatan seremonial saja.

Untuk itu, Arifin selalu menyela acara dzikirnya dengan Taushiyah (nasihat). “Insya allah kalau terus mendengar ceramah saya, anda akan menangkap empat ajakan, ikhlas, akhlak mulia, kasih sayang, dan tawakal,”. Arifin sering menyebut dzikir yang ia pimpin dengan dzikir tauba. Mereka yang sudah mengikuti dzikir ini diharapkan tidak kembali berbuat maksiat. Agar terhindar dari maksiat, Arifin mengimbau jamaahnya untuk melaksanakan tujuh Sunnah nabi. Yaitu menunaikan shalat tahajud, Membaca AL-Quran, Shalat Fardhu di Masjid, Shalat Dhuha , Bersedekah, menjaga wudhu, dan selalu beristighfar. “Bila sunnah nabi diamalkan, insya allah akhlak menjadi santun,”

Untuk itu, beberapa kegiatan lain mulai digelar, mulai TKS (Titian Keluarga Sakinah), Ini adalah sebuah unit kegiatan bergerak di bidang biro jodoh dan konsultasi problematika keluarga, “Saat ini terdaftar lebih dari 300 akhwat dan lebih dari 50 ikhwan,”. Minimal satu bulan sekali, anggota TKS berkumpul menerima taushiyah dari Arifin Ilham.

Penyelenggaraan majelis dzikir di beberapa daerah didukung oleh Yayasan al-Amru bit Taqwa dan Majelis adz-Dzikra. Dalam aktivitasnya, adz-Dzikra terjun ke dunia bisnis secara professional. “Kita akan membuat supermarket dan perumahan, kita sudah punya lahan sekitar 42 ha di daerah cipanas,” ujar arifin. Saat ini, majelis adz-Dzikra sedang membangun pondok pesantren khusus yatim piatu yang juga berlokasi di perumahan Mampang Indah Dua. Direncanakan pondok pesantren ini akan digunakan untuk menampung korban kerusuhan Ambon dan Poso serta dari beberapa daerah konflik lainnya.

Bila dirunut kembali ke belakang, tak ada yang istimewa dari arifin Ilham. Ipin demikian panggilan Arifin waktu kecil, tumbuh layaknya anak-anak biasa. Selain belajar Al-Quran sejak kecil, Ipin juga suka bermain, bahkan kadang-kadang berkelahi dengan teman-temannya.Keinginannya yang keras untuk belajar agama mengantarkannya nyantri di pondok pesantren Darun Najah Jakarta (1983 - 1987). Selanjutnya, Arifin melanjutkan pendidikan agamanya ke Pesantren Asy-Syafiiyah Jakarta (1987 - 1989). Dari sinilah Arifin mengasah kemampuan berdakwahnya. Pada tahun 1989 – 1994, ia melanjutkan studinya di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Nasional Jakarta.
Selain berkeliling ke berbagai daerah, ayah dua anak ini dan suami dari Wahyuniatai al-Wali juga mengisi beberapa program televisi dan radio. Ia juga memberikan siraman rohani lewat al-quran seluler, kemasan dakwah melalui handphone bersama Ihsan Tandjung, Aa Gym dan KH. Didin Hafidhuddin. Dengan serentetan acara inilah Arifin mengajak Indonesia berdzikir. Dan dari dzikir diharapakan akan muncul hasil revolusi dalam kebaikan di negeri ini.

ABDULLAH GYMNASTIAR


Sosok satu ini memang lain, Aa Gym berani tampil beda ketika berada di podium dan saat dalam kesehariannya. Selama ini kita melihat penampilan Aa Gym di televisi atau di berbagai podium pengajian, tak pernah lepas dari sorban. Tapi tidak begitu ketika sedang dalam keseharian bersama para santrinya. Ia sering mengenakan sepatu lars, sweater perwira, dan motor besar. Khususnya ketika sedang menggelar acara bersih-bersih.

Sisi lain dari pria kelahiran 29 Januari 1962 ini adalah konsep dakwahnya. Aa Gym menawarkan diri untuk mengajak orang memahami hati atau qolbu dan diri sendiri, agar mau dan mampu mengendalikan diri setelah memahami benar siapa dirinya sendiri. Program Tiga M ( Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang terkecil, dan Mulai dari sekarang ) menjadi konsep utamanya. Menurutnya, orang sering lupa terhadap dirinya sendiri, bahkan, orang selalu menyalahkan orang lain jika terjadi sesuatu pada dirinya. Sebaiknya semua orang harus sadar, bahwa semua yang terjadi dan bakal terjadi bermula dari dirinya sendiri. Jika ingin jadi baik, tentu dia dia harus berbuat baik. Jadi, harus lebih dulu mengenali dan memahami diri sendiri.

Dengan mengutip hadist Rasulullah saw, ia mengatakan, bahwa dalam diri manusia itu terdapat suatu organ. Kalau organ itu baik, baik jugalah seluruh tubuh manusia itu. Tetapi, kalau ia busuk, busuk pulalah seluruh tubuhnya. Organ itu adalah Hati. Menurutnya, hati adalah raja. Sehubungan dengan itu, dalam dakwahnya Aa Gym selalu menyampaikan arti penting manajemen qalbu ( hati ). Sebab, bila seseorang memiliki hati yang baik, maka akan baik juga perilakunya. Menurut Aa Gym, kejujuran adalah modal dasar untuk membentuk jiwa yang tangguh, penuh dedikasi, dan disiplin dalam menjalankan kerja sehari-hari. Dan, disiplin adalah modal dasar untuk membentuk kader-kader unggul yang selalu haus prestasi. Langkah seperti itulah yang diterapkan dalam membina para santrinya.
Aa Gym, tidak saja menjadi idola para remaja dan kawula muda tetapi menjadi figure “baru“ dakwah islam di banyak lapisan masyarakat. Jadwal kegiatannyapun cukup banyak. Selain memberikan ceramah di pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Aa Gym juga kerap mengisi panggilan ceramah diluar kota bandung.

Yayasan Daarut Tauhiid yang dipimpinnya, saat ini telah berhasil mengembangkan berbagai kegiatan. Tak saja dibidang pembinaan mental dengan system Manajemen Qolbunya, tapi secara keseluruhan Aa Gym telah berhasil mengembangkan aset pondok pesantrennya sampai sekitar Rp. 8 Milyar. Sungguh luar biasa untuk perkembangan sebuah pondok pesantren yang tergolong baru.

Sejarah Daarut Tauhiid (DT) berawal sejak 1987, ketika seorang pemuda Abdullah Gymnastiar merintis usaha melalui wadah KMIW (Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta). Sebagai hasil usaha itu digunakan untuk menopang kegiatan pengajian rutin yang dipimpinnya. Semakin hari usaha yang dirintis Aa Gym semakin berkembang, sejalan dengan bertambahnya jamaah yang datang mengikuti pengajian rutin yang diasuhnya. Untuk mewadahinya, maka pada 4 September 1990 didirikanlah secara resmi Yayasan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Ahmad Yani ini, memilih di panggil Aa (kakak) dari pada kiai. “Saya ingin akrab dengan semua lapisan masyarakat. Kalau dipanggil kiai sepertinya ada jarak”. Berawal dari sebuah kamar kontrakan, kini Daarut Tauhiid memiliki aset cukup besar untuk ukuran sebuah pondok Pesantren. Pada 1993, Daarut Tauhiid menangani usaha pembebasan tanah untuk membangun masjid permanen berlantai tiga. Masjid ini diberi julukan Masjid Seribu Tangan karena dibangun secara gotong royong oleh ribuan masyarakat sekitar, dan para jamaah Daarut Tauhiid. Untuk membantu kelancaran kegiatan dakwahnya, pada 1994, didirikan Koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (KOPONTREN DT). Satu hal lagi yang menarik dari Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini adalah perhatiannya terhadap lingkungan hidup dan disiplin para santrinya. Mulai dari pintu masuk Jalan Geger Kalong Girang ke lokasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid sekitar 500 meter, Nampak bersih dan tak ada sampah yang berserakan. Setiap pagi ada petugas khusus yang membersihkan jalan di lingkungan pesantren. Dengan cara inilah Aa Gym hendak menata qolbu Indonesia. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dan mulai dari sekarang.

KH. Zainuddin MZ


Dai kondang sejuta umat, KH Zainuddin MZ, memilih jadi poltikus. Ia masuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun, tampaknya ia tak betah berlama-lama di PPP. Pada 20 januari 2002 bersama rekan-rekannya, ia mendeklarasikan PPP Reformasi. Dalam Muktamar Luar biasa pada 8-9 April 2003 di Jakarta, nama partai yang ia pimpin menjadi Partai Bintang Reformasi. Secara resmi pada waktu itu ia ditetapkan sebagai calon presiden oleh partai ini.

Menurut KH. Zainuddin MZ, partai yang dipimpinnya adalah partai baru, bukan pecahan dari PPP, bukan juga PPP jilid dua. Hal itu disampaikan dalam pidatonya pada acara Gema Muharram 1423 H, Taaruf (perkenalan) Nasional PPP Reformasi dan Tabligh Akbar, Ahad (24/03/02) di gelora Bung Karno Jakarta.

Dunia politik bukanlah hal baru bagi pria kelahiran Jakarta, 2 maret 1951 ini. Pada tahun 1977-1982 ia sudah bergabung dengan partai PPP  yang saat itu berlambang Ka’bah. Bersama beberapa tokoh NU dia keliling ke banyak wilayah mwngkampanyekan PPP. Hasil yang diperoleh saat itu cukup signifikan dan sempat mempengaruhi dominasi Golkar. Tak ayat, kondisi itu membuat penguasa Orde Baru was was. Akhirnya mereka sering di teror. KH. Zainuddin merasakan ruang dakwahnya terjepit. Maka sejak 1983 ia tidak lagi menggeluti urusan politik praktis. Pernyataannya yang sangat terkenal saat itu adalah, “Saya tidak kemana-mana. Tapi, saya ada dimana-mana”. Sejak itulah ia memfokuskan profesinya di bidang dakwah. Sejak itu, nama Zainuddin makin berkibar.

Lalu, kalau kini ia kembali terjun ke dunia politik praktis, apa alasannya ?  “saya penasaran mengapa partai berbasis islam tidak memenangkan pemilu,” itu kata beliau. Namun tampaknya itu sekedar cerita masa lalu. Harapan PPP untuk memanfaatkan dai sejuta umat ini untuk mendongkrak perolehan suaranya yang jeblok pada pemilu 1999 justru menjadi persoalan baru. Pasalnya, Zainuddin hengkang dari PPP dan mendeklarasikan Partai Bintang Reformasi.

Dengan Ketokohan dan senioritasnya, kini Zainuddin tampil sebagai komandan PPP Reformasi (kemudian berubah menjadi Partai Bintang Reformasi) yang sebagian besar diisi kalangan muda PPP. Tapi, dia menolak jika peran dominannya dinilai datang tiba-tiba. Sebab, dia bukan orang baru di PPP.
Totalitas Zainuddin untuk PPP bisa dirunut dari latar belakangnya. Secara kultural dia warga Nahdiyin, atau menjadi bagian dari keluarga besar NU. Dengan posisinya tersebut, dia ingin memperjuangkan NU yang saat itu menjadi bagian dari fusi PPP yang dipaksakan Orde Baru pada 5 Januari 1971. Ormas lain, yang menjadi bagian fusi itu diantara lain, Muslimin Indonesia (MI), Perti, dan PSII.

Selain itu, Keterlibatannya dalam PPP tak bisa dilepaskan dari guru ngajinya, KH Idham khalid yang pernah jadi ketua umum PBNU. Dia mengaku lama nyantri di ponpes Idham Khalid di Cipete, Jakarta Selatan yang belakangan identik sebagai kubu dalam NU. Kemunculan dai kelahiran Betawi ini, sangat fenomenal. Pada masa kekuasaan dan pemerintahan Orde Baru dakwahnya menjadi menarik karena mampu menembus berbagai sektor, kalangan dan golongan.

Anak Tunggal buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga betawi asli ini sejak kecil memang sudah nampak mahir berpidato. Udin nama panggilan keluarganya suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang kerkunjung di rumah kakeknya. “Kenakalan” berpidatonya itu tersalurkan ketika mulai masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Aliyah di Darul Ma’arif, Cipete Jakarta. Disekolah ini Udin belajar pidato dalam forum ta’limul Muhadharah (belajar berpidato). Kebiasaannya membanyol dan mendongeng terus berkembang, setiap kali tampil, ia memukau teman-temannya. Kemampuannya itu terus terasah, berbarengan permintaan ceramah yang terus mengalir.
Karena ceramahnya sering dihadiri puluhan ribu umat, maka tak salah kalau ia dijuluki “Dai Sejuta Umat”.

Suami Hj. Khalilah ini semakin dikenal masyarakat ketika ceramahnya mulai memasuki dunia rekaman. Kasetnya beredar bukan saja di seluruh pelosok Nusantara, tapi juga ke beberapa Negara Asia. Sejak saat itu, ia mulai dilirik beberapa stasiun Televisi. Bahkan dikontrak oleh sebuah biro perjalanan haji yang bekerjasama dengan televise swasta bersafari bersama artis ke berbagai daerah dengan slogan Nada dan Dakwah. Menurut KH.Zainuddin MZ yang pernah mendapatkan doctor honoris causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia ini, politik itu pada dasarnya bersih,. Seperti pisau, ia bisa memotong leher ayam dan bisa memotong leher orang. Tergantung siapa yang menggunakannya. Karena itu para pelaku politik harus mempunyai moral politik.